DPRD Jabar; Hukum Berat Pelaku Pengoplosan Miras

Badung, Sebelas12 – Maraknya minuman keras oplosan beralkohol di daerah Jawa Barat yang telah menelah puluhan orang meninggal dunia, seperti di Bekasi, Sukabumi, Kota Bandung dan yang terbaru di Cicalengka Kabupaten Bandung 20 orang lebih tewas menengak minuman oplosan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari meminta para pelaku yang membuat miras oplosan harus dihukum berat.

“Pasalnya, selain merusak moral juga telah menelan korban jiwa hingga puluhan orang di Kabupaten Bandung. Kasus miras oplosan ini kan terkait dengan nyawa manusia ya, sudah menelan korban jiwa hingga puluhan orang. Jadi si pelaku atau pembuat miras oplosan ini saya kira harus dihukum seberat-beratnya karena selain meresahkan ini sudah membahayakan nyawa masyarakat” tegasnya kepada wartawan, di Bandung, Rabu (11/4/2018).

Ineu menambahkan, secara pribadi dan mewakili DPRD Provinsi Jawa Barat, merasa prihatin dengan kasus musibah miras oplosan di Kabupaten Bandung tersebut. Untuk itu pihaknya meminta hukuman yang berat dari aparat penegak hukum untuk pembuat miras oplosan tersebut, dan diharapkan bisa menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi pihak-pihak yang membuat minuman keras oplosan di Jawa Barat.

“Supaya ada efek jera ya, kami juga yakin aparat kepolisian akan bekerja optimal mengungkap kasus miras oplosan di Kabupaten Bandung tersebut,tuturnya seraya Ia mengimbau, agar warga tidak tergoda untuk mengkonsumsi miras oplosan karena membahayakan kesehatan. Jauhi miras, terlebih dalam agama Islam miras itu kan haram, apalagi miras oplosan selain haram juga sangat berbahaya karena bisa sampai merenggut nyawa” katanya.

Ineu mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat untuk lebih intensif mengawasi tempat-tempat penjualan miras oplosan di wilayahnya.

“Selain itu, pencegahan terhadap miras oplosan ini juga harus dilakukan di lingkungan yang pertama yakni di keluarga kita, karena korbannya itu kan ada juga yang masih tercatat sebagai pelajar. Tentunya ini sangat miris, keluarga itu harus menjadi benteng atau pertahanan pertama dari hal-hal negatif,” pungkasnya. (*Red)

Related posts

Leave a Comment