Film ‘My Generation’ Realita Anak Jaman Now, Referensi Orangtua dan Anak Muda Millenials

Bandung, Sebelas12 – ’My Generation’ judul film bergenre remaja, akan menghibur masyarakat Indonesia, yang akan ditayangkan di seluruh bioskop mulai tanggal 9 November 2017 mendatang.

Film tersebut dibintangi empat bintang fresh, yaitu Brian Langelo (sebagai Zeke), Arya Vasco (sebagai Konji), Alexandra Kosasie (sebagai Orly), dan Lutesha (sebagai Suki). Selain itu, tampil para pemain senior yang berperan sebagai orangtua, yaitu Ira Wibowo, Joko Anwar, Tyo Pakusadewo, Karina Suwandhi, Surya Saputra, Aida Nurmala, dan Indah Kalalo.

Film ‘My Generation’ mengangkat realita kehidupan generasi millenials secara natural dimana mereka lebih kritis dalam menanggapi segala hal dan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka tak terkecuali kepada orangtuanya, bahkan secara kritis mempertanyakan kembali nasihat atau larangan yang orangtua berikan kepada mereka yang menurut mereka belum tentu benar atau sesuai dengan karakter mereka.

Perbedaan karakter antar generasi yang sangat gamblang tertuang dalam film ini, seperti itulah yang terjadi di kehidupan nyata saat ini yang tak dapat dipungkuri.

Sutradara Film ‘My Generation’, Upi mengatakan bahwa dirinya menggarap film tersebut dengan sangat serius. Naskah untuk percakapan pun merupakan hasil riset intensif secara 2 tahun yang dilakukan Upi secara sosial media listening dimana Upi mengamati obrolan-obrolan yang terjadi di dunia maya yang memang bersentuhan dengan dunia generasi millenials secara random, tentang banyak hal baik orang tua, sekolah, lingkungan hingga teman-temannya, sehingga percakapan yang terjadi di film ini pun murni percakapan yang memang terjadi saat ini, tanpa merekayasa.

”Dalam membuat sebuah film, memang saya selalu tertantang untuk membuat angle-angle yang berbeda dan untuk film remaja, saya tidak ingin mengangkat seputar romantisme percintaan anak muda, tetapi saya ingin mengangkat generasi millenials saat ini yang unik yang cukup menyedot perhatian masyarakat dari kacamata mereka,” ungkap Upi di hadapan awak media saat Media Screening dan Gala Premiere film “My Generation” di CGV Pascal Bandung, Pascal Shopping Center Bandung, Jumat (3/11).

Lebih lanjut Upi mengatakan, untuk mendapatkan percakapan natural untuk naskah, dirinya tidak menggunakan metode survey interview langsung ke anak muda karena biasanya mereka sedikit enggan untuk mengungkapkan pendapat murni seputar orang tua atau pun sekolah, tetapi melalui pengamatan sosial media.

“Saya saya mendapatkan obrolan murni yang terjadi yang sangat bagus untuk diungkapkan dan diangkat ke dalam film sehingga nantinya penonton akan mengetahul sudut pandang generasi millenials dalam menanggapi berbagai hal dalam dirinya secara real, yang ternyata sudah sangat jauh pemikiran dan tindakan mereka dari yang kita bayangkan. lni merupakan sebuah realita hldup yang coba saya tuangkan dalam film, sehingga film lni bukan bermaksud menggurui atau menjudge generasi millenials tetapi memberikan referensi terkinl bagaimana kondisi generasi millenials secara lebih dekat,” katanya.

Sementara itu Produser lFl Sinema, Adi Sumarjono mengatakan bahwa untuk meraih atensi publik terhadap produksi film terbarunya, pihaknya telah mempersiapkan beragam kegiatan yang sudah mulai dijalani secara intensif sejak awal minggu ini.

”Acara gala premiere malam ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan promo dan publikasi yang telah kami bangun untuk memperkenalkan film ‘My Generation’. Beberapa kegiatan yang sudah mulai dijalani antara Iain kunjungan ke beberapa kantor redaksi media, kunjungan ke beberapa SMA, talkshow radio, talkshow di program hingga acara fashion show yang baru digelar semalam. Semua kegiatan ini untuk mengenalkan film serta karakter pemain muda secara lebih dekat,” pungkasnya. (*Red)

Related posts

Leave a Comment