Negara-Negara Yang Kurang Perhatikan Kesetaraan Gender

Bandung, Sebelas12 – Tanggal 8 Maret kemarin, diperingati sebagai International Women’s Day. Peringatan tahunan untuk pergerakan hak asasi terhadap perempuan.

Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) yang dilansir dari businessinsider (8/3), menyatakan ada 15 negara yang memiliki tingkat terendah dalam pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

Berdasar laporan terakhir di bulan November 2017, World Economic Forum (WEF) menyimpulkan jika kesenjangan gender secara global tetap ada dan bahkan meningkat menjadi 32% dibanding tahun 2016 yang hanya 31,7%.

Kesenjangan sosial dan persamaan gender masih menjadi isu yang menarik. Sejak tahun 2016, WEF membuat ranking dari 82 negara yang kurang memperhatikan masalah kesetaraan gender, diantaranya :

  1. Yaman. Negara Yaman tidak memiliki anggota parlemen perempuan serta tidak pernah memiliki kepala negara perempuan. Di Yaman juga tidak ada Undang-Undang yang mengatur kesetaraan upah antara pekerja perempuan dan pria.
  2. Pakistan. Negara ini tidak memiliki undang-undang tentang perekrutan kerja, dan tidak memiliki kesetaraan upah antara pekerja perempuan dan pria.
  3. Suriah. Sebagian besar angkatan kerja Suriah dan mereka yang memiliki kekuasaan politik adalah laki-laki.
  4. Chad. Di negara ini ketidaksetaraan gender sangat jelas, perempuan di negara ini cenderung tidak terpelajar atau berpendidikan dibandingkan pria.
  5. Iran. Perempuan hanya memiliki akses parsial terhadap layanan keuangan di sini.
  6. Mali. Di negara ini, perempuan hanya memiliki hak parsial atas penggunaan lahan, kontrol, dan kepemilikan.
  7. Arab Saudi. Perempuan di negara ini hanya bisa memilih dan mendaftar dalam pemilihan kota mulai tahun 2015. Pada bulan Juni 2018, mereka akan diizinkan untuk mengemudi untuk pertama kalinya.
  8. Lebanon. Hampir tidak ada perempuan yang berada di parlemen atau jabatan menteri di negara ini.
  9. Maroko. Anak perempuan di sini tidak memiliki hak waris, dan belum ada kepala negara perempuan sampai saat ini.
  10. Yordania, perempuan di negara mulai ikut pemilu tahun 1974. Hampir tidak ada wanita yang bekerja dalam jabatan menteri hari ini.
  11. Mesir, negara ini tidak memiliki undang-undang non-diskriminasi dalam mempekerjakan dan tidak mengamanatkan upah yang setara.
  12. Pantai Gading, selama 50 tahun ini negara ini belum pernah memiliki kepala negara perempuan.
  13. Mauritania, di negara ini perempuan tidak memiliki hak yang sama dengan pria dalam perkawinan atau setelah bercerai.
  14. Turki, mayoritas legislator, pejabat tinggi, dan manajer di negara ini adalah laki-laki. Hampir tidak ada wanita dalam jabatan menteri.
  15. Qatar, Negara ini tidak pernah memilih seorang perempuan untuk menduduki Parlemen. Jadi, perempuan tidak boleh duduk di kursi politik. (Vma/*Red)

Related posts

Leave a Comment