PD Kebersihan Kota Bandung Hadirkan TPST Canggih Kedua

Bandung, Sebelas12 – Memanfaatkan teknologi biodigester dan mesin pres dan tempat pemilahan sampah anorganik, merupakan inovasi yang dilahirkan Kota Bandung, dalam hal ini PD Kebersihan Kota Bandung, dengan membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara Terpadu (TPST), di Tegallega, Senin (22/1/2018).

TPST kedua yang dimiliki Kota Bandung setelah di Gedebage ini, diresmikan langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil dan Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana.

“Fasilitas ini paling canggih, dengan menggunakan mesin pres sehingga sampah yang ada menjadi lebih kering dan tidak terlalu berat,“ kata Ridwan.

Menurutnya, teknologi tersebut sangat canggih, karena dapat mereduksi angkutan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) hingga 50 persen. Selain itu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat., karena hasil dari pemadatan sampah itu akan menghasilkan air. Air tersebut bisa dipilih antara dibuang dan dimanfaatkan menjadi gas.

“Daripada air itu dibuang dan menjadi bau, lebih baik di manfaatkan menjadi gas. Sehingga mesin ini lebih ramah lingkungan dan memiliki manfaat yang banyak,” katanya.

Dirinya berharap teknologi tersebut ada di beberapa titik di Kota Bandung. “Bandung idealnya harus punya empat seperti ini. Tahun ini atau tahun depan Insya Allah terlaksana sehingga sampah di Bandung lebih minim,” kata Ridwan.

Selain pemanfaatan teknologi, Pemkot Bandung juga tengah merancang Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan sampah. “Raperda mengenai pengelolaan sampah merupakan upaya mengubah pengelola sampah per rumah menjadi per orang. Sehingga lebih adil serta operasi kerja PD kebersihan lebih baik dan ringan,” paparnya.

Sementara itu, Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana menyampaikan, teknologi instalasi biodigester di TPST Tegallega diperuntukkan mengelola sampah organik yang masuk sehingga dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA.

TPST Tegallega menampung sampah dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Regol, Sumur Bandung, Lengkong dan Astana Anyar. Kapasitas TPST bisa menampung sampah sebanyak 180 meter kubik per hari. Jika diperkirakan hampir 10 truk atau 50 ton per hari.

“Jumlah itu yang sudah direduksi. Jadi dengan jumlah tersebut kita bisa meringankan sampah yang akan di kirim ke TPA. Dengan hadirnya inovasi ini diharapkan sampah yang ada di Kota Bandung bisa lebih sedikit dan lebih baik lagi. Masyarakat pun bisa memilah sampah di tempat tinggalnya masing-masing,” pungkasnya. (*Red)

Related posts

Leave a Comment