Ridwan Kamil Segera Panggil PT KCIC

Bandung, Sebelas12 – Mendapat banyak keluhan terkait pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta PT KCIC agar melaksanakan proyek pembangunan tersebut dengan baik.

RK sapaan akrab Gubernur Jawa Barat tersebut, mencontohkan seperti kerusakan yang dialami sejumlah rumah di Kompleks Tipar Silih Asih RW 13, Desa Laksanamekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat akibat kegiatan pembangunan kereta cepat. Di lokasi tersebut sedang dilakukan pengeboman untuk pembuatan tunnel 11.

Sementara kasus kasus yang baru terjadi, adalah terbakarnya pipa Pertamina di kawasan Kelurahan Melong, Kota Cimahi yang diduga akibat kesalahan prosedur dalam penggalian untuk proyek kereta cepat.

Ia secara khusus membahas masalah terbakarnya pipa itu dengan pihak Pertamina. Dari hasil diskusinya memang terjadi kesalahan SOP yang dilakukan PT KCIC dalam proses penggalian di dekat jalur pipa Pertamina.

“Kejadian kemarin karena ada SOP yang salah. Harusnya ada pendampingan dari pihak Pertamina untuk pastikan titik pipa tidak terkena dampak. Terus menggali harus ada jarak tiga meter,” katanya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (24/10/2019).

Diakui RK, dengan adanya beberapa dampak negatif yang diakibatkan pembangunan itu, dirinya akan segera memanggil PT KCIC, dan meminta penjelasan sekaligus mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya akan panggil KCIC karena saya dapat beberapa laporan tidak hanya urusan Pertamina saja. Saya kumpulkan, untuk saya tegur. Agar kejadian tidak terulang termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Dia akan meminta agar PT KCIC melakukan pembangunan dengan SOP yang benar. Sehingga pembangunan yang dilakukan tidak membuat masyarakat resah.

“Jadi saya minta atensi yang lebih, SOP yang profesional. Proyek ini ditunggu selesainya, tapi tidak harus dengan cara-cara yang menimbulkan dinamika di masyarakat,” pungkasnya. (*Red)

Related posts

Leave a Comment