DPRD Jabar Pertanyakan Amdal PT. KCIC

Bandung, Sebelas12 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar meminta kejelasan dari PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pelaksana proyek terkait sejumlah persoalan yang timbul akibat proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

DPRD Jabar juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan aspirasi terkait sejumlah permasalahan, termasuk yang paling ramai diperbincangkan yakni banjir bandang  di Padalarang, Kabupaten  Bandung Barat di awal tahun 2020 beberapa hari lalu.

“Kami pertanyakan kajian analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) yang dikantongi pelaksana proyek dalam pembangunan salah satu proyek strategis nasional tersebut,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, kepada wartawan di Bandung, Jum’at (3/1/2020).

Lebih lanjut dikatakan legislator partai berlambang matahari bersinar terang ini, selain itu pihaknya juga mempertanyakan mengenai koordinasi KCIC dengan pemerintah daerah tempat pembangunan kereta cepat dilaksanakan.

“Jangan sampai karena pekerjaan kereta cepat saat ini, malah berdampak buruk ke masyarakat. Ini perlu diwaspadai, terlebih saat ini masuk musim penghujan,” katanya.

Wakil rakyat DPRD Jabar yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat ini, mempertanyakan juga mengenai zona aman pembangunan trase kereta cepat yang seharusnya tidak menyengsarakan masyarakat, baik terhadap kerusakan lingkungan maupun dampak sosial seperti longsor dan banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

“Sebuah pembangunan itu tidak luput dari kajian amdalnya. Kalau masih menyebabkan bencana, tentu dipertanyakan kajian amdal-nya KCIC ini. Harusnya hal-hal seperti ini sudah diantisipasi karena dia (KCIC) melintasi jalur yang memang rawan bencana. Karena ini terus terjadi (bencana). Ya saya mempertanyakan sejauh mana kajian amdal mereka itu benar,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu saluran pipa bahan bakar minyak milik Pertamina di sekitar ruas Jalan Tol Purbaleunyi yang meledak, diduga akibat tertusuk tiang pancang proyek KCIC ini.

“Dengan banyaknya catatan buruk dalam pembangunan kereta cepat ini, kajian amdal kereta cepat ini terkesan tergesa-gesa,” tutupnya. (*Red)

Related posts

Leave a Comment