Evaluasi Rekayasa Jalan, Pemkot Bandung Akan Lebarkan Tikungan Kawasan Sukajadi

Bandung, Sebelas12 – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminimalisir terjadinya kemacetan di kawasan Sukajadi, akan melebarkan jalan khususnya di sejumlah tikungan di kawasan Sukajadi.

Tikungan yang akan dilebarkan di antaranya di Jalan Cemara dan Jalan Otten. Sebab, di kedua titik tersebut kerap terjadi penumpukan kendaraan lantaran laju kendaraan cukup melambat saat bermanuver melalui belokan.

Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Sultoni mengatakan, dengan pelebaran tikungan tersebut memudahkan kendaraan saat berbelok. Karena harus menyesuaikan radius belokan, menurutnya ada sebagaian lahan taman yang terpakai.

“Itu sebetulnya bukan motong taman, tapi radius tikungannya disesuaikan dengan arah arus lalu lintas yang sudah berjalan,” ujar Sultoni, Rabu (13/11/2019).

Sultoni menambahkan, Taman Otten sebetulnya bukan dipotong, hanya disesuaikan radius tikungannya. Terus selanjutnya kontra flow Sukajadi-Pasteur sampai Taman Otten itu mau diperpanjang sampai depan Biofarma.

“Di Taman Sukajadi juga penyesuaian radius tikungan saja. Sehingga mempermudah saat bermanuver di Jalan Cemara,” terangnya.

Selain itu, akan ada pembongkaran median Jalan Sukajadi tepatnya di depan RSHS. Upaya lainnya untuk memperbaiki rekayasa kawasan Sukajadi yakni berkoordinasi dengan pusat perbelanjaan PVJ untuk mengalihkan pintu masuk dan keluar di Jalan Sukajadi. Karena mal tersebut memiliki akses di Jalan Karang Tinggal.

“Akses keluar parkir PVJ akan dikaji lagi apakah memungkinkan semua di Jalan Karang Tinggal? Kalau memungkinkan ya alangkah bagusnya,” tuturnya.

Sementara itu, pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono menuturkan, penyesuaian radius tikungan menjadi alternatif yang baik guna memperbaiki kelancaran laju kendaraan. Terlebih lebar jalan di Kota Bandung yang terbilang sempit.

“Sebenarnya radius putar kendaraan di Jalan Cemara memang sempit, jadi mengambil ‘space’ cukup banyak. Idealnya memang harus dihilangkan dan tikungan di sudut trotoar diperhalus,” jelasnya.

Ia mengungkapkan jika dalam kondisi arus lalu lintas yang lenggang, manuver tikungan tajam pun tak jadi soal. Namun, lain halnya apabila terjadi pada jalan dengan lalu lintas padat yang bisa mengganggu kelancaran arus jalan. (*Red)

Related posts

Leave a Comment