Reses Abdy Yuhana Sorot Permasalahan Air di Kecamatan Legon Kulon Subang

Subang, Sebelas12 – Terhitung sejak tanggal 2 sampai 11 Desember 2019 di daerah pemilihan masing-masing seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat berjumlah 120 orang melaksanakan kegiatan Reses I Tahun Sidang 2019-2020.

Termasuk juga Dr. Abdy Yuhana SH, MH, anggota Komisi I DPRD Jabar dari daerah pemilihan (Dapil) Sumedang Majalengka Subang (SMS).

“Melaksanakan kegiatan reses bagi seluruh anggota legislatif merupakan kewajiban untuk menyerap dan menampung serta memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Sumedang-Majalengka-Subang yang telah memberikan suara dan mengamanahkan sebagai wakil mereka di DPRD Jabar,” ujar  Dr. Abdy Yuhana, SH, MH, saat melakukan kegiatan Reses I bersama Warga Dusun Wanajaya, Desa Bobos, Kecamatan Legon Kulon, Kabupaten Subang, Selasa (3/12/2019).

Warga Dusun Wanajaya menyampaikan aspiranya kepada Abdy Yuhana, bahwa selama musim kemarau seluruh Warga Wanajaya Desa Bobos, Kec. Legon Kulan sangat menginginkan pengadaan air bersih dan air untuk keperluan pertanian. Pasalnya, selama musim kemarau di tahun 2019 ini, warga kesulitan air bersih dan air untuk lahan pertanian.

Abdy Yuhana mengatakan, masa tanam di wilayah tersebut bergantung pada musim tadah hujan. Sehingga selama kemarau yang mayoritas masyarakatnya petani itu kesulitan untuk mengolah pertanian.

“Saya baru tau juga disini, ternyata disini tanamnya setelah musim banjir. Sehingga, saya hari ini kesini setelah dlantik baru kesini. Alhamdulillah saya dibawa kesini pada tempat yang membutuhkan, mendengar persoalan langsung disini,” ujar Abdy.

Politisi PDI Perjuangan itu menyayangkan belum adanya campur tangan pemerintah setempat. Sebab kawasan tersebut dapat dikatakan daerah terpencil yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus.

“Masa dengan keadaan seperti dibiarkan? ini tidak boleh seperti ini terus, sudah 74 tahun kita merdeka. Harus ada perubahan,” katanya.

Abdy menambahkan, kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut dinilai sangat kurang. Karena itu, pihaknya mendorong Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk memprioritaskan daerah tersebut. “Harus ada konsentrasi program pengairan ini di desa tersebut,” ucapnya. (*Red/Hms)

Related posts

Leave a Comment